oleh

Pengamat Politik Menilai SBY Terlalu Emosional Tanggapi Kasus Asuransi Jiwasraya

-HEADLINE, NASIONAL-40125 views

Laporan wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan

TRIBUN-VIDEO.COM, JAKARTA – Pengamat politik, Jerry Massie menilai, Presiden RI ke enam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlalu emosional menanggapi skandal Jiwasraya

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies itu menganggap tulisan Ketua Umum Partai Demokrat tersebut yang mengenai skandal perusahaan plat merah itu terlalu reaktif.

Jerry menjelaskan, SBY seharusnya bisa bersikap santai jika dalam pemerintahannya tidak pernah menyebabkan kerugian di perusahaan asuransi plat merah tersebut.

“Kalau dibandingkan presiden sebelumnya mungkin pak SBY ini lebih ada sedikit emosional dia keluar, ketika barangkali mengaitkan kan. Mereka hanya bilang pada 2006 kan tidak merujuk kepada seseorang, memang pemerintahannya dia,” kata Jerry di salah satu restoran, Jalan K.H. Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (2/2/2020).

Jerry menyatakan, tidak ada satupun orang yang menyebut SBY terlibat dalam kasus Jiwasraya. Oleh karenanya, SBY itu harusnya tidak perlu emosional.

“Kecuali sudah mengatakan begini ‘Presiden SBY’ nah itu menyebut nama. Bagi saya kalau nggak berbuat itu diam aja, kan tenang aja, stay cool saja ya keep silent. Kalau saya dituduh contohnya saya presiden, terus saya dituduh begini kalau saya enggak melakukan kenapa harus reaksi?,” ujarnya.

Jerry melihat ada niatan lain dari SBY saat menanggapi reaktif kasus Jiwasraya. Di antaranya, untuk menampik berbagai tudingan miring adanya keterlibatan dirinya dalam kasus tersebut.

“Menurut saya bahasanya, dia barangkali ini coba untuk menyatakan kami tidak bersalah partai kami tidak bersalah kan saya tidak bersalah, saya enggak bersalah maka dorong pansus. Itu pada intinya ke sana kan di dorong dia mendorong agar dilakukan pansus, memang Partai Demokrat getol ini,” tukasnya.

Sebelumnya, SBY menanggapi skandal Jiwasraya di laman Facebook berjudul “Penyelesaian kasus Jiwasraya akan Selamatkan Negara dari Krisis yang Lebih Besar,” yang diunggah pada Senin (27/1/2020).

SBY tidak menyangka isu kasus Jiwasraya malah dialihkan ke soal kinerja pemerintahan pada masa ia memimpin.

Ia merasa heran mengapa semua pihak menyalahkan pemerintahannya atas kasus tersebut. SBY mengatakan, awalnya dia tidak merasa terusik dengan keberadaan kasus Jiwasraya.

Termasuk, ketika Presiden Jokowi mengeluarkan pernyataan bahwa permasalahan Jiwasraya sudah terjadi sejak 10 tahun lalu.

Namun, SBY mulai merasa terusik ketika muncul upaya membangun opini bahwa kasus Jiwasraya terjadi di pemeritahannya.

“Kalau memang tak satu pun di negeri ini yang merasa bersalah dan tak ada pula yang mau bertanggung jawab, ya salahkan saja masa lampau,” kata SBY.

Dalam kasus ini, Kejaksaan Agung menetapkan lima tersangka tersebut yaitu, Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro, Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Heru Hidayat dan mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Harry Prasetyo.

Ada pula mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman Rahim, dan mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT Asuransi Jiwasraya Syahmirwan.

Adapun kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan bisa melebihi Rp 13,7 triliun. Namun perhitungan tersebut masih mempertimbangkan perkembangan kasus.

Atas perbuatannya tersebut, kelima tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sumber : Tribunnews

News Feed