oleh

Terbukti Akan Lakukan Tindak Anarkis, Para Pendemo Ditahan Polisi

 

JAKARTA, BARANEWS | Kepolisian Polres Metro Jakarta Utara melakukan penyekatan di dua pintu keluar dari arah Jakarta Utara menuju Gedung DPR dan Gedung Istana Negara, Jakarta Pusat. Selasa (13/10/2020).

Polisi gabungan dari Sabhara, Satuan Narkoba, Tim Tiger, Polisi Intel serta Polwan yang ada di Polres Metro Jakarta Utara dibagi menjadi dua tim dan disebar untuk melakukan penyekatan di Cempaka Mas dan Gunung Sahari.

Kegiatan penyekatan ini dilakukan untuk mengamankan dan memeriksa para pengunjuk rasa terkait UU Omnibus Law, untuk tidak membawa senjata tajam atau barang-barang yang menjadi pemicu terjadinya tindak anarkis.

Kegiatan ini dimulai dengan apel di lapangan Polres Metro Jakarta Utara dan dipimpin langsung oleh Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Aries Andi dan dilanjut menuju ke Traffic Light Coca Cola, Cempaka Mas untuk langsung melakukan penyekatan dan pemeriksaan.

Di Traffic Light Coca Cola, Cempaka Mas sendiri ditemukan para pendemo yang akan menuju ke Gedung DPR dan Istana Negara, diantaranya mahasiswa PTDI (Perguruan Tinggi Dakwah Islam), Ormas, serta anak yang masih sekolah dan dibawah umur yang akan mengikuti aksi unjuk rasa tersebut.

Mereka di berhentikan oleh petugas dan dilakukannya pemeriksaan. Dari beberapa pengunjuk rasa, setelah diperiksa terbukti membawa barang-barang yang akan menjadi pemicu tindak anarkis. Bagi pendemo yang kedapatan membawa barang tersebut langsung ditahan dan disita barang buktinya, diantaranya odol, bambu, masker respirator gas, dan handphone yang digunakan mereka untuk berkomunikasi tentang aksi tersebut.

Adapun di temukannya salah satu pengunjuk rasa yang kedapatan membawa minuman amer. Pengunjuk rasa yang bukan dari elemen mahasiswa tersebut mengikuti rombongan mahasiswa dari PTDI untuk ikut serta dalama aksi, yang akhirnya ditahan oleh pihak kepolisian.

Para pengunjuk rasa yang ditahan tersebut dibawa ke Polres Metro Jakarta Utara untuk diberi arahan dan dilakukannya rappid tes di tempat untuk memastikan adanya pengunjuk rasa yang reaktif covid-19.

(Ariel/Mega)

News Feed